Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sering disebut dengan classroom action research. McNiff (1992: 1) dalam bukunya yang berjudul Action Research: Principles and Practice memandang PTK sebagai bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh guru sendiri yang hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk pengembangan kurikulum, pengembangan sekolah, pengembangan keahlian mengajar, dan sebagainya.

Dalam PTK guru dapat meneliti sendiri terhadap praktik pembelajaran yang ia lakukan di kelas. Dengan melakukan penelitian tindakan, guru dapat memperbaiki praktik-praktik pembelajaran menjadi lebih efektif.

Elliot berpandangan bahwa PTK merupakan kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya. Seluruh prosesnya–telaah, diagnostik, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan pengaruh–menciptakan hubungan yang diperlukan antara evaluasi diri dan perkembangan profesional.

Bidang Kajian PTK
Bidang kajian penelitian PTK adalah sebagai berikut.

  1. Masalah belajar siswa sekolah (termasuk di dalam tema ini, antara lain: masalah belajar di kelas, kesalahan-kesalahan pembelajaran, miskonsepsi, dan sebagainya);
  2. Desain dan strategi pembelajaran di kelas (termasuk dalam tema ini, antara lain: masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran, implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran, interaksi di dalam kelas, dan sebagainya);
  3. Alat bantu, media, dan sumber belajar (termasuk dalam tema ini, antara lain: masalah penggunaan media, perpustakaan, dan sumber belajar di dalam/luar kelas, dan sebagainya);
  4. Sistem evaluasi (termasuk dalam tema ini, antara lain: masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran, pengembangan instrumen evaluasi berbasis kompetensi, dan sebagainya);
  5. Masalah kurikulum (termasuk dalam tema ini, antara lain: masalah implementasi KBK, interaksi guru-siswa, siswa-bahan abelajar, dan lingkungan pembelajaran, dan sebagainya.
  6. Masalah manajemen kelas atau sekolah.

Karakteristik PTK
Priyono memberikan enam karakteristik penelitian tindakan kelas sebagai berikut.

  1. On-the job problem-oriented (masalah yang diteliti adalah masalah yang riil yang muncul dari dunia kerja peneliti/ yang ada dalam kewenangan/ tanggung jawab peneliti).
  2. Problem-solving oriented (berorientasi pada pemecahan masalah).
  3. Improvement-oriented (berorientasi pada peningkatan kualitas).
  4. Multiple data collection (berbagai cara koleksi data dipergunakan). Untuk memenuhi prinsip ‘critical approach’ (kebenaran itu subjektif/ problematik), berbagai cara pengumpulan data umumnya digunakan, seperti (1) observasi, (2) tes, (3) wawancara, dan (4) kuesioner.
  5. Cyclic (siklis), konsep tindakan pada dasarnya diterapkan melalui urutan-urutan planning, observing, action, and reflecting.
  6. Partisipatory/collaborative. Peneliti bekerja sama dengan orang lain (ahli) dalam melakukan setiap langkah.

About sainsmediaku
Guru IPA MTs. Negeri Slawi Kab. Tegal, Lahir di Tegal, 20 Mei 1967

One Response to Penelitian Tindakan Kelas

  1. maski azizah says:

    Minta proposal PTK matematika dong ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: